Seperti pada umunya dan kalian ketahui,Keluarga terdiri dari ibu,bapa,kaka,adik.ke 5 saudaraku ini adalah hasil perkawinan bapaku yang ke 2,begitupun ibuku,jadi sebelum mereka menikah,mereka masing-masing telah mempunyai anak,2 dari ibu dengan suami pertamanya,dan 9 dari bapa dengan istri pertamanya. Aku anak ke 3 dari 5 saudara, 2 adik,dan 2 kaka,.
Kaka 1
kakakku yg pertama ini pendiam,laki-laki,dan sangat tertutup.tapi apa yang kudapatkan darinya,didikankah,?,bimbingankah,? Sama sekali bukan. Dia hanya mendekatiku jika dia butuh sesuatu. Pernah kira" taun 97.dia minta uang 50ribu untuk tambahan beli motor second honda cb. Dia memberiku kaset slank 7 yg belakangan ternyata dia dapat pinjam dari temannya,dan pada saat itu aku memang sering sekali mendengar musik,tanpa pilih jenis dan aliran,apapunlah itu yg penting enak ku dengar. Betapa baiknya dia,(pikirku pada saat itu) dan bersyukur aku dapat membantunya,tapi belum sempat aku mencoba motor yg dibeli hasil patungan itu,kira"hanya berumur kurang dari seminggu motor itu sudah dijual,yang aku tidak tau apa,dan kenapa,motor itu dijual kembali,.
Aku sedikit kecewa,tapi biarlah,karena memang saat itu aku belum tertarik pada motor,yang aku kerjakan saat itu,hanya mendengarkan musik dari gelombang radio atau kaset.pada dasarnya kakaku memang baik,setelah aku putus sekolah,dia membawaku kerja di sebuah konveksi ke jakarta. Disitu aku pertama kali ke jakarta,taun 97.tapi apa dia membimbingku,? Hmmh, bagaimana cara dia membimbingku,? Aku tak ubahnya robot pelayan buatnya.ya memang itu wajar,karena dia kakaku, tapi apa. Pernah pas hari sabtu sore kakaku yang kedua(perempuan) datang main"ke jakarta dan mampir ketempat kerjaku dan kakaku,sore jam 5 aku pergi ketempat teman karna memang dekat dengan tempat kerjaku,dan aku tak sempat bertemu kaka ke 2 ku.kira" sekitar jam 9 malam aku pulang dari tempat temanku dan aku membawa sepotong baju sport berwarna merah pemberian temanku, aku langsung ditegor,dg nada keras "darimana kamu,? Ada kaka mu datang kamu malah main", apa yg kamu bawa,??" dia melihat plastik yg kubawa,lalu merebutnya,"oohh,, rupanya kamu habis beli baju ya,enak banget kaka mu datang bukannya nitip duit buat bapa.malah kamu beli baju" plak tangannya menampar pipiku, tanpa memberi kesempatan aku menjelaskan. Dak, kaki nya menendang.menampar,menendang menampar sampai be"rapa kali,dan aku hanya bisa diam,tanpa berani melawan. Sakit hati ini memang bila ingat kejadian itu. Tapi,dia kaka ku. Dan sekitar 3 bulan aku kerja satu tempat dengannya,aku beranikan diri cari konveksi lain dan bersyukur aku dapat. Karena konveksi disana sangat banyak. singkat cerita stlah be"rapa bulan aku pulang, dan kakaku ada dirumah karna dia sudah malas kerja dikonveksi,dia bantu bapa servis meubel.karena bapaku buka servis meubel kecil"an di rumah.
Masih, intimidasi kaka padaku masih sering terjadi dirumah, sampai pada akhirnya aku merasa muak dengan tingkahnya.akhirnya pada saat menjelang magrib,seperti biasa bapa menyuruh kami untuk solat magrib berjamaah. Dan ternyata kakaku menegorku agar cepat"ambil wudu,dengan kata"keras. Entah apa yg ada dipikiranku saat itu,tanpa disadari dan sangat reflek,aku membanting bangku meja makan plastik tepat dipunggungnya, "bruakkk",bangku itu pecah jadi be"rapa bagian. Dia lari menjauh dariku.dengan nafas yang tak beraturan,aku hanya melihat bapa ku yg langsung menangis,sedih,melihat anaknya demikian,.
Sejak kejadian itu,kaka ku jadi sedikit menghargai aku. Tanpa ada maksud menceritakan aib keluarga,aku berharap pembaca bisa mengerti,mungkin tanpa disadari kita selalu berlaku seenaknya kepada orang yang lebih muda dari kita.walaupun maksud dan tujuan kita untuk mendidiknya,tapi disaat seperti apa kita harus menempatkan itu,?? Sering tidak kita sadari.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar